Jumat, 07 Februari 2014

Puisi Di Muka Jendela, Cipt Goenawan Mohammad

Di Muka Jendela

Di sini......
cemara pun gugur daun. Dan kembali
ombak-ombak hancur terbantun.
Di sini........
kemarau pun menghembus bumi
menghembus pasir, dingin dan malam hari
ketika kedamaian pun datang memanggil
ketika angin terputus-putus di hatimu menggigil
dan sebuah kata merekah
diucapkan ke ruang yang jauh: – Datanglah!

Ada sepasang bukit, meruncing merah
dari tanah padang-padang yang terngadah
tanah padang-padang tekukur
di mana tangan-hatimu terulur. Pula
ada menggasing kincir yang sunyi
ketika senja mengerdip, dan di ujung benua
mencecah pelangi:
tidakkah siapa pun lahir kembali di detik begini
ketika bangkit bumi,
sajak bisu abadi,
dalam kristal kata
dalam pesona?

Rabu, 04 Desember 2013

Puisi "DALAM GELOMBANG" Karya Sutan Takdir Alisyahbana

Dalam Gelombang

karya Sutan Takdir Alisyahbana

Alun bergulung naik meninggi,
Turun melembah jauh ke bawah.
Lidah ombak menyerak buih,
Surut kembali di air gemuruh.
Kami mengalun di samud’raMu,
Bersorak gembira tinggi membukit.
Sedih mengaduh jatuh ke bawah,
Silih berganti tiada berhenti.
Di dalam suka di dalam duka,
Waktu bahagia waktu merana,
Masa tertawa masa kecewa,
Kami berbuai dalam nafasMu,
Tiada kuasa tiada berdaya,
Turun naik dalam ’namaMu.

Selasa, 03 Desember 2013

puisi "DOA" karya Chairil Anwar

DOA
karya. Chairil Anwar


Kepada Pemeluk Teguh

 Tuhanku

 Dalam Termangu

 Aku Masih Menyebut Namamu

Biar Susah Sungguh

 Mengingat Kau Penuh Seluruh

 Cayamu Panas Suci

 Tinggal Kerdip Lilin Di Kelam Sunyi

 Tuhanku

 Aku Hilang Bentuk

 Remuk

 Tuhanku

 Aku Mengembara Di Negeri Asing

 Tuhanku

 Di Pintumu Aku Mengetuk

 Aku Tidak Bisa Berpaling


puisi "Senja di Pelabuhan Kecil" karya Chairil Anwar